Jumat, 29 Mei 2009

BALI

Jumat, 29 Mei 2009

tak terasa sdah 3 buLan q di BAli......

selama di sana q hanya berbuat maksiat....

tiada hari tanpa minum arak, judy, di cafe hanya untuk minum beberapa gelas bir.....

pernah suatu hari, ngerayain tahun baru ma temen2...

minum arak di campur bir sampe satu galon...

entah berapa hari q gak sadrkan diri,,,,,

mungkin kebanyakan minum............

Ya Allah,,

ampunilah semua dosaku.....

ketika sudah sadarkan diri....

q berniat untuk pulang kampung....

mesti pulang gak bawa uang......

 

Jumat, 20 Maret 2009

SAJADAH hadiah dari saudaraku

Jumat, 20 Maret 2009
hanya ini yang dapat aku kirimkan

oleh-oleh kakakku dari makkah......

kalau tiadak ada kecocokan aku minta maaf....

semoga semua barang ini berguna untuk kamu......






" alunkan nada rasa terpendam dalam jiwamu........

menarilah sejenak.......

warnailah duniaku duniamu......

bentangkan jarak meringkus khayalan........


menggairahkan arti hidupku........


walau kita tak pernah bertemu......

betapa dekat dirimu kukenali......


biarkan semua wajar adanya......


bernyanyilah bahagiakan hatiku....."



from: yani.



Sabtu, 14 Maret 2009

pohon aneh

Sabtu, 14 Maret 2009





liat dengan teliti pohon di atas.

ntar kalian akan liat seperti wajah manusia.

menurut seorang warga disitu,,,pohon yang aneh itu katanya bisa menangis ......

dan ada yang menarik lagi,,

di bawah pohon itu ada semacam empang air,,,

dan banyak banget yang minta air itu,,

menurut seorang warga air itu bisa buat obat,,," kayak mponari ajah,,,,he,,,he..."



" apapun didunia ini bisa terjadi,jangankan pohon mirip wajah manusia,

manusia mirip pohon aja bisa kalau Allah menghendaki.

semua itu kebesaran Allah,

dan kita gak boleh terlalu percaya entar bisa menimbulkan syirik

karena ada Allah yang besar dan maha tau.wallahu'alam




Kamis, 12 Februari 2009

Kamis, 12 Februari 2009


Di akhir zaman ini, ummat islam terpecah menjadi 73 golongan dan masing-masing merasa paling benar.”

Seperti buih di lautan terombang ambing tiupan angin bertebaran (isu-isu yang bersifat kedajjalan, propaganda, laksana angin barat yang berhembus kencang).

Biarlah pendapat berbeda-beda selama masih bersifat khilafiyyah, asal jangan meributkan tentang prinsip akidah, hukum, dan ketuhanan dengan penafsiran tanpa ilmu. Janganlah menafsirkan Al Qur’an dan Hadits dengan nafsu.

Seperti kejadian di madura yang beberapa waktu lalu ada pendatang yang melakukan sholat tanpa bersedekap lalu dianggap sesat dan dihakimi massa.

Karena masyarakat terbelenggu oleh ajaran masing-masing gurunya yang si murid harus taklid dan menganggap ajaran guru tak boleh dikritisi, takut untuk bertanya, sehingga ilmu dari guru tidak bisa turun 100% kepada si murid.

Ini doktrin kebanyakan pesantren-pesantren di tanah air kita yang mana si guru adalah sumber ilmu yang tak mungkin salah. Dan kebanyakan di pesantren-pesantren tradisional, para murid tak berani bertanya karena takut dianggap tidak loyal terhadap ajaran guru, atau dianggap ‘nranyak’ (tidak etis).

Sehingga banyak terjadi salah paham antara yang wajib dan yang sunnah. Yang sunnah seolah banyak terkesan menjadi wajib. Yang tidak melakukan lalu dianggap sesat dan menyimpang.

Kekurang-pahaman mengenai prinsip dasar keislaman inilah yang banyak dimanfaatkan oleh pihak tertentu dan juga berakibat semakin maraknya ajaran sesat, terutama di kalangan civitas akademika yang notabene lebih berpikiran logis tetapi rapuh prinsip sehingga mudah di mind-set dengan doktrin-doktrin baru yang mengemukakan keilmiahan dan kelogisan yang pada hakikatnya adalah rekayasa penafsiran yang tidak jernih dan terkontaminasi nafsu human-feel keiblisan.

Faktor-faktor perpecahan pun dikarenakan pemahaman-pemahaman sempit si pencari ilmu. Bila sudah belajar pada kyai ANU, tidak mau ilmu dari kyai INI yang lain faham atau madzhab sehingga pikirannya pun menjadi picik dan tidak objective.

Akal ini adalah karunia Allah untuk kita menimbang ilmu, informasi dari berbagai sudut yang kita conform-kan dengan Al Qur’an dan Sunnah. Kalau hanya mengambil dari satu sudut saja, tentu sangat subjective sifatnya dan egois. Dalam menafsirkan suatu hadits pun tidak boleh dengan picik.

Misalnya, “Peliharalah jenggotmu”. Arti kata pelihara itu apa sih? Kalau kita pelihara sapi apa hanya kita biarkan sapi itu tumbuh sendiri, ngeluyur ke sana kemari cari makan sendiri, kita biarkan saja? Pelihara itu, RAWAT, RAPIKAN, yang amburadul dipotong, biar cakep, ganteng, gagah. Kalau jenggotnya cuma lima helai ya jangan dipanjangkan lah, malah tidak bagus.


Lalu hadits tentang kain sebatas mata kaki, lalu orang-orang pada memotong celananya cungklang-cungklang (jauhdi atas mata kaki), tetapi tetap memakai kaus kaki hingga ke ujung jempol. Percuma kan? Sudah tidak pantas, percuma pula.

Padahal maksud dari hadits itu adalah ketika itu Baginda Rasul melihat ada ummatnya yang kayaraya, pergi ke masjid, kainnya diangkat oleh para pembantunya karena terlalu panjang sehingga menimbulkan kesan pamer dan kebanggaan duniawi, kesombongan yang timbul. Oleh karena itu, turun hadits demikian dengan maksud supaya kita itu sepantasnya saja, jangan berlebihan, kain jangan menyentuh tanah (bagi laki-laki) supaya tidak kotor, kena najis, apalagi di gurun pasir.


Senin, 09 Februari 2009

dunia

Senin, 09 Februari 2009



Para pengabdi uang adalah antek-antek dunia, hina, lagi rendah.
Mereka tidak punya tujuan dan kepentingan. Tuntutan mereka dalam kehidupan adalah sandang, pangan, dan kesenangan.
mereka kikir dan pengecut. Lisan mereka menyalak terhadap kehormatan orang-orang yang memenuhi janjinya kepda Allah.
Tangan mereka tergenggam tidak mau memberi. Hati mereka keras penuh dengn kemurkaan. mereka lebih menyukai duniawi dan bekerja untuknya, saling menyukai karena dunia, dan senang dengan menyebut-nyebutnya.
Mereka menyukai kehidupan dunia, karena itu mereka melayaninya. Malam harinya mereka jalani dengan penuh kecintaan dan ambisi pada duniawi. Membuat mereka menjadi kikir dan meminta-minta bagaikan orang fakir.
Sebenarnya mereka fakir sekalipun banyak menghimpun harta dan sebenarnya mereka kelaparan sekalipun kenyang.

Barang siapa yang menggunakan waktu-waktunya
untuk menghimpun harta karena takut jatuh miskin
maka dialah yang membuat kemiskinanya sendiri.

Mereka lebih menyukai kehidupan yang segera. padahal kehidupan yang segera itu kebahagiaannya tidak kekel lagi bersifat sementara dan usianya pun pendek,tidak berlanjut.
Dosa mereka karena mereka menyukai kahidupan segera dan keburukan mereka adalah karena menggandrungi kehidupan yang segera.
mereka lupa mengingat Allah, mengasingkan rumah -rumahnya, dan menghalang-halangi jalan-Nya, karena mereka lebih menyukai kehidupan dunia.
mereka memerangi kekasih-kekasih Allah, melanggar hukum-hukum-Nya, dan mengerjakan hal-hal yang diharamkan oleh-Nya, karena mereka lebih menyukai kehidupan dunia.
mereka mengedepankan nafsu syahwatnya dan mengejar keinginannya.
Mereka mabuk dalam kelalaiannya dan sudah cukup bagi mereka menyukai kehidupan dunia.
Hanya kepada Allahlah kita memohon semoga tidak menjadikan kita pengabdi uang dan melindungi kita dengan pemeliharaan-Nya, menjaga kita dengan perhatian-Nya, dan menetapkan kita pada jalan-Nya yang lurus, serta menjadikan kita sebagai hamba-hamba-nya yang sesungguhnya.
Walloohu a'lam. semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi kita, Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

PAHALA SHADAQAH




Allah swt berfirman,

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh)

orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa

dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir,

pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji.

Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yangDia kehendaki.

Dan Allah mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui).

Ibnu Katsir berkomentar, "ayat ini merupakan perumpamaan yang

diberikan Allah swt untuk melipatgandakan pahala bagi siapa yang menginfakkan hartanya

dijalan Allah dan hanya mengharapkan ridha-Nya, mengingat kebaikan itu akan

dilipatgandakan sebanyak sepuluh kali sampai tujuh ratus kali.

Perumpamaan bilangan tujuh ratus itu lebih menyentuh jiwa,

karena ungkapan tersebut mengandung isyarat

bahwa amal saleh akan ditumbuhsuburkan oleh Allah bagi orang-orang yang mengerjakannya,

sebagaimana suburnya benih yang ditanam ditanah yang subur pula."

Minggu, 08 Februari 2009

BERHARGA TAPI SIA-SIA

Minggu, 08 Februari 2009

Khalifah Ustman bin affan r.a berkata :

" ada sepulu hal yang dianggap sia-sia,yaitu:

orang pandai yang tidak pernah diminta pendapatnya.

ilmu yang tidak di amalkan.


Pendapat benar yang tidak diterima.

Senjata yang tidak pernah dipakai.

Masjid yang tidak dipakai shalat.


Mushaf (al-Qur'an) yang tidak pernah dibaca.

Harta yang tidak dibelanjakan (diinfakkan).

kuda (kendaraan) yang tidak dinaiki.

Ilmu zuhud bagi orang yang mencintai dunia.

dan umur panjang yang tidak digunakan untuk memperoleh bekal perjalanan (akhirat)."
 
Design by Pocket